KRONOLOGI DEMPLOT TANAMAN KONSERPASI

Gambar

Catatan : Pelestarian dan Pemanfaatan Kawasan Penyangga Taman Nasional Batang Gadis dari Ancaman Kegiatan Pertambangan melalui Demplot percontohan  Tanaman Conservasi bernilai Ekonomi

 

Paska dicabutnya izin Usaha Pertambangan oleh Bupati Mandailing Natal melalui peroses aksi damai yang dilakukan oleh warga masyarakat desa lumban dolok. yakni demi mewujudkan ketahanan tiga pilar yaitu: Pangan,Air dan Energi. Hal ini menjadi proritas bagi warga Masyarakat Desa Lumban Dolok karena aktivitas perusahaan tambang PT.Bahana Multi Energi sangat mengancam layanan pungsi alam terhadap warga. Bukan hanya Masyarakat Desa Lumban Dolok saja,akan tetapi beberapa desa yang dilalui Sungai Aek Latong dan Siancing turut terancam.

 

Pentingnya kawasan ini dilestarikan sebab  Kawasan hulu sungai aek latong dan siancing merupakan Kawasan Penyangga (Bafer Zone) Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang secara administrasi terletak di Wilayah Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Wilayah ini sangat berperan penting menjadi penopang peroduksi pangan warga karena mayoritas Masyarakat menggantungkan hidup disektor Pertanian,Peternakan dan sebahagian kecil jadi Nelayan.

 

Terlepas dari ancaman kerusakan Lingkungan oleh Usaha Pertambangan,kini kawasan tersebut masih terancam oleh aktivitas warga yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari pembalakan liar hingga perambahan hutan yang secara langsung dapat berkonstribusi terjadinya longsor dan banjir. Alih pungsi kawasan hutan tersebut sudah berlangsung begitu lama,namun yang menjadi perhatian serius hanya sebahagian kecil Masyakat Lumban Dolok yang memanfaatkannya untuk dijadikan lahan pertanian. Pada prosesnya masyarakat hanya melakukan perambahan hutan saja,selanjutnya di jual pada orang-orang  kaya diluar Desa Lumban Dolok.

 

Melihat kondisi seperti ini,sangat menarik perhatian Persatuan Naposo Nauli Bulung (PNNB) Desa Lumban Dolok dengan JATAM untuk membuat Percontohan Tanaman Konservasi. Inisiative PNNB dan JATAM membuat demplot percontohan konservasi untuk mendorong kemandirian masyarakat. Juga menguatkan pengetahuan masyarakat lumban dolok menjaga dan melindungi dalam pemanfatan Kelestarian Kawasan Penyangga Taman Nasional Batang Gadis yang merupakan Kawasan Hulu Sungai Aek Latong dan Siancing.

POTENSI KINI KEDEPAN SDA DEMPLOT TANAMAN KONSERVASI

Gambar

POTENSI KINI KEDEPAN SDA DEMPLOT TANAMAN KONSERVASI

 

Kawasan Demplot percontohan tanaman konservasi ini cukup strategis,disamping kesuburan tanahnya terjamin juga berada di Kawasan Hulu Sungai Aek Latong dan Siancing. Kawasan ini cukup kaya akan Sumber Daya Alamnya. Bukan hanya Sumber Daya Alam yang tidak terbaharukan seperti Timah,tetapi masih banyak Sumber Daya Alam yang cukup potensial dikembangkan untuk meningkatkan nilai Ekonomi Masyarakat sekitar. Misalnya tanaman hasil hutan seperti Rotan,Asam Gelugur,Aren,Pohon Nangka dan tanam-tanaman Herbal lainnya.

 

Demplot percontohan Tanaman Konservasi ini memiliki luas ± 1 ha dan keberadaannya sekitar 780 Meter diatas Permukaan Laut dengan jarak tempuh 3 Kilo meter dari Desa Lumban Dolok. Demplot ini akan ditanami tanaman Konservasi Bernilai Ekonomi,Misalnya: Pohon Damar,Pohon Gaharu,Pohon Ingul dan Pohon Kemenyan. Diperkirakan dengan luas lahan ± 10.000 Meter membutuhkan bibit tanaman 400 batang pohon dengan jarak tanam 4 X 5 Meter.

 

Dalam mewujutkan Demplot percontohan tanaman Konservasi ini,Persatuan Naposo Nauli Bulung (PNNB) Desa Lumban Dolok dengan JATAM Madina mengajak masyarakat Desa Lumban Dolok bekerja sama melakukan Konservasi hutan. Untuk kebutuhan Bibit tanaman Konservasi ini tidak terlepas dari peran penting Balai Konservasi Taman Nasional Batang Gadis yang sudah memiliki pengalaman dan pemahaman tentang Konservasi Lahan dan Hutan.

 

Tanaman Konservasi bernilai Ekonomi adalah,jenis tanaman yang memiliki Multi Guna,seperti Asam Gelugur,pohon ini tidak hanya karena memiliki batang yang besar dan dapat menahan debit air. Tetapi pohon ini juga memproduksi buah yang bisa di pasarkan dengan harga yang cukup lumayan mahal. Misalnya di desa lumban dolok,dalam satu batang pohon dapat menghasilkan 400 kg dengan harga Rp 8.000 / kg dengan proses musim panen 3 kali dalam setahun.

 

Peran pentingnya Konservasi Hutan ini dilakukan karena hutan merupakan paru-paru Dunia yang sangat penting dijaga kelestariannya. Keberadaan Hutan yang tetap terjaga kelestarianya dapat mengantisipasi terjadinya bencana Banjir,Longsor dan Erosi. Hutan juga dapat berkonstribusi langsung meningkatkan kebutuhan Ekonomi Masyarakat sekitar melalui tanaman Konservasi bernilai Ekonomi.