PT. SORIKMAS MINING BIANG MASALAH DI MADINA

GambarAlih-alih PT. Sorikmas Mining menjadi pemicu persoalan di kalangan Masyarakat Mandailing Natal khususnya Masyarakat Lingkar Tambang. hal ini terjadi di desa Hutagodang Muda Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal hari sabtu 21.00 14/12/2013. Peristiwa ini bermula sejak Perusahaan Tambang PT. Sorikmas Mining (PT.SMM) memaksakan diri memasok Logistik melalui Desa Hutagodang Muda dengan memakai jasa Porter Masyarakat setempat. Konflik antara Masyarakat Hutagodang Muda merupakan yang kesekian kalinya hingga berhujung pada Penganiayaan terhadap Saudari Rehmaini dan saudari Roila Lubis.

PT. Sorikmas Mining merupakan Perusahaan Modal Asing (PMA) Pemegang Kontrak Karya Generasi ke VII bergerak bidang usaha Pertambangan Emas Dmp  yang di Tandatangani oleh Pemerintahan Repoblik Indonesia tanggal 19 Februari 1998,sebelumnya mendapat persetujuan DPR-RI berdasarkan persetujuan Presiden Repoblik Indonesia No. B-53 /Pres/I/1998 tanggal 19 Januari 1998. Pemegang saham PT.SMM adalah Aberfoile Pungkut Invesmen Pte.Ltd. 75% dan PT. Aneka Tambang 25%. Wilayah PT.SMM terletak di Kabupaten Mandailing Natal seluas 66.200 ha,berdasarkan SK Direktur Pertambangan Umum Nomor 755.K/20.01/DJP/2000 tanggal 19 Desember 2000.

Keberadaan PT.SMM mengarah kepada ancaman terhadap hak hidup dan sumber-sumber kehidupan masyarakat,seperti :

  1. Ancaman kerusakan hutan yang berkontribusi langsung pada bencana longsor dan banjir.
  2. Ancaman kerusakan mata air aek garut yang merupakan sumber mata air minum dan penopang produktivitas pertanian masarakat.
  3. Penyempitan lahan pertanian masyarakat karena wilayah kerja perusahaan PT.SMM merupakan wilayah pertanian masyarakat yang mereka garap secara turun temurun.

Kini ancaman itu semakin meluas hingga mengusik tatanan sosial masyarakat karena keberadaan PT.SMM telah menciptakaan masyarakat tergolong menjadi dua Kubu antara Pro dan Kontra  diyakini nantinya menjadi Konflik Horisontal antara masyarakat.

Yang terjadi belakangan ini,pro kontra yang semakain meluas diantara masyarakat hingga berhujung tindak kekerasan terhadap perempuan yang masuk dalam komunitas prempuan menolak keberadaan PT. Sorikmas Mining di di wilayah desa hutagodang muda. Namun sampai saat ini pihak Pemerintah,Aparat Kepolisian dan DPRD Mandailing Natal seolah bersikap dingin menyikapi persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Persoalan seperti ini perlu menjadi perhatian yang serius agar tidak terulang kembai dan tidak meluas. Peran penting Pemerintahan dan DPRD Madiana untuk mengkaji ulang Keberadaan PT.SMM yang kerap menjadi sumber masalah pada masyarakat Lingkar Tambang. Karena sampai saat ini sikap masyarakat sangat jelas Menolak Keberadaan PT. Sorikmas Mining.

Satu pemikiran pada “PT. SORIKMAS MINING BIANG MASALAH DI MADINA

Komentar ditutup.