PEMUDA PENYELAMAT LINGKUNGAN

Gambar

Gerakan yang di himpun Komunitas Persatuan Naposo Nauli Bulung (PNNB) Lumban Dolok dalam menolak tambang sangat menarik keingin tahuan Masyarakat. Tidak hanya Masyarakat awam,bahkan kalangan Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) mulai dari tingkat Nasional hingga Daerah. Misalnya Lembaga Persekutuan Diakonis Pelangi Kasih (PDPK) yang mendampingi Masyarakat Dairi Korban Tambang melakukan Study Banding ke Desa Lumban Dolok. Gerakan penolakan yang terbangun di Lumban Dolok Kecamatan Siabu Mandailing Natal berawal dari kehadiran perusahaan tambang PT. Bahana Multi Energi (BME)

PT. BME adalah perusahaan tambang yang mengeksprotasi bahan galian Timah (Galena dmp). Lahirnya Perusahaan tambang timah di Lumban Dolok berawal dari terbitnya Izin yang dikeluarkan oleh Bupati  mandailing natal Amru Daulay dengan Nomor SK 540/030/K/2008 pada tanggal 18 Januari 2008. Dua tahun kemudian PT. BME mengajukan peningkatan Izin yang sebelumnya izin Eksplorasi menjadi Izin Eksproitasi pada tanggal 19 januari 2010 melalui SK Bupati dengan Nomor 540/024/K/2010. Dalam Surat Keputusan tersebut Perusahaan PT.BME memiliki wilayah Konsesi seluas 694 ha.

Keberadaan PT.Bhana Multi Energy sangat mengancam kawasan Hulu Sungai Aek Latong dan Siancing. Sungai tersebut merupakan sungai yang menopang peroduksi Pertanian Masyarakat Lumban Dolok,karena mayoritas Masyarakat menggantungkan hidup di Sector Pertanian. Manfaatkan sungai Aek Latong dan Siancing bukan hanya kebutuhan Pertanian. Sungai ini juga dimanfaatkan untuk air bersih yang dikelola kelompok masyarakat dan disalur kerumah-rumah warga untuk kebutuhan Air Minum dan kebutuhan sehari-hari.

Kepedulian PNNB terhadap lingkungan dengan berbekal pengetahuan Daya Rusak Tambang melalui pelatihan yang diselenggarakan JATAM,membuat PNNB memiliki dasar mengorganisir Masyarakat menolak keberadaan PT.Bhana Multi Energy. Kegiatan yang dilakukan PNNB melalui nonton bareng, bentang spanduk,diskusi,juga pendekatan melalui religious menguatkat kepedulian warga terhadap lingkungan. Karena masyarakat  dapat memahami pentingnya kelestarian lingkungan demi terjaganya layanan pungsi alam terhadap warga.

Pencabutan Ijin Usaha Pertambangan PT.Bhana Multi Energy pada tanggal 30 mey 2012 oleh Bupati Mandailing Natal,disambut baik PNNB dan Masyarakat dalam aksi damai yang berlangsung di kantor DPRD Kabupaten Mandailing Natal. Melihat keberhasilan yang dicapai PNNB dan Masyarakat,menarik perhatian PDPK dan Masyarakat Dairi Korban Tambang  mengunjungi desa Lumban Dolok dalam rangka study banding april 2013 lalu.